Sejak dilantik  pada juji 2020 lalu mengatikan H.Azwir, hingga kini tak kunjung muncul nama calon pedamping yg bakal menjalankan pemerintahan di sisa masa jabatan hingga 2023 mendatang

Sebelumnya, pasangan Azwir – Tgk Amran terpilih sebagai pemenang Pilkada Aceh Selatan 2018 silam. Mereka diusung koalisi PNA, PDI-P, PKB, PDA dan Hanura.

Namun, jelang setahun masa jabatan, Azwir meninggal dunia pada Desember 2019 lalu, saat pengobatan di Rumah Sakit National University Hospital Singapura.

Tgk Amran lalu menggantikan posisinya sebagai bupati. Namun, untuk menjalankan pemerintahannya tentu kembali butuh wakil.

Sejumlah nama memang sempat berseliweran di tengah publik, seperti Ketua DPC PDI-P Aceh Selatan Alja Yusnadi, Ketua PKB Hernanda Tahir, staf ahli Gubernur Aceh Darmansyah, Kabid di PNA Samsul Bahri Mamak, hingga istri alm Azwir sendiri, Jafnimar Jakfar.

Namun belum ada kepastian soal itu. Kursi orang nomor dua di Kota Naga masih tak bertuan.

Masih samarnya nama calon wakil bupati ini diakui oleh Ketua DPRK setempat, Amiruddin. Pihaknya masih menunggu pengajuan nama dari koalisi partai pengusung.

“Kita belum tahu kabar tersebut sejauh mana, karena itu memang bergantung pada diskusi di lingkaran partai pengusung dulu kan. Belum ada yang usul ke DPRK,” jawab Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin kepada readers.ID singkat, Senin (5/4/2021).

Adapun Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran memang berencana kembali berembuk dengan partai koalisi dalam waktu dekat.

“Kita akan duduk lagi mendiskusikan nama-nama yang diusulkan dari partai pengusung,” ucap Amran saat dihubungi readers.ID, Selasa (6/4/2021).
Amran mengatakan, masing-masing partai pengusung sebenarnya sudah mengusulkan beberapa nama. Namun ia enggan membeberkan siapa saja calon yang diajukan itu.

“Partai kan juga butuh waktu, perlu mendapat rekomendasi dewan pimpinan pusat partai masing-masing kan,” sambung Ketua DPW PNA itu.

Dalam pertemuan terakhir dengan koalisi, kata Amran, mereka sepakat bahwa calon wakil bupati nanti merupakan sosok yang bisa mendongkrak arah dan kebijakan pembangunan di Aceh Selatan. Untuk menjaring nama-namanya, tak menutup kemungkinan diusulkan nama dari luar koalisi.

“Kalau memang tidak dari internal, maka eksternal juga boleh selama ia bisa direkomendasikan dari DPP partai,” beber Tgk Amran.

Ia mengaku tak ingin buru-buru, karena yang lebih utama adalah pertimbangan yang matang untuk menyelaraskan kerjanya kelak.

“Kita tunggu saja mufakat selanjutnya, yang penting sosok wakil nanti kita harap bisa selaras kerjanya, jangan sampai di tengah jalan nanti berbeda pandangan. Maunya kita bisa tetap harmonis kan. Masa jabatan sampai 2023, masih lama, masih dua tahun lebih,” tandasnya.

Secara terpisah, Ketua DPC PDI-P Aceh Selatan, Alja Yusnadi kepada readers.ID mengaku partai-partai koalisi sempat menggelar dua kali pertemuan, dan yang terakhir pada Maret lalu.

Sumber Reader id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *