Berita tentang MR.R yang di benarkan nama aslinya rabudin calo proyek oleh kolonel purn Sri radjasa Chandra di salah satu media online Aceh sangat sering kita baca di media dalam beberapa hari ini, apa bila kita melihat rekam jejak seorang MR.R Boleh kita bilang hampir tidak ada suatu torehan prestasi atau pun kontribusi nyata yang pernah diberikan untuk masyarakat Aceh atau pun di timses irwandi-nova, tapi kenapa nama MR.R semakin santer akhir akhir ini, tidak ada yang spesial dari seorang MR.R tapi ada hal apa sehingga pak nova memberikan ruang khusus untuk rabudin dalam mengatur hal- hal yang strategis, seperti mutasi pejabat dan pengaturan proyek

Di tahun 2020 kontraktor lokal menjerit karena banyak yang tidak mendapatkan kegiatan padahal kegiatan pengadaan atau pun fisik di lingkungan pemerintah aceh bisa dikatakan berjumlah beaar, dari pengakuan seorang kontraktor yang tidak ingin namanya di sebut menyatakan bahwa kegiatan hampir semua di kelola oleh MR.R melalui kaki tangan nya Mr .N, dan diperjual belikan di medan, harga proyek nya bervariasi dari 10 sampai 15 persen tergantung dari jenis kegiatannya pembayarannya pun seperti beli KFC bayar dulu baru makan minus seorang kontraktor dengan nada emosi.

Di tahun 2021 ini MR.R kembali menyusun siasat untuk ingin “menguasai” kegiatan proyek APBA dengan “menitip” beberapa pejabat untuk di berikan jabatan yang strategis, beberapa calon pejabat seperti di dinas PUPR Aceh ada MR.M yang di persiapkan menjadi kadis, di DKP ada MR.A, di pengairan ada MR.A dan di tempat yang paling strategis Kepala Biro ULP ada MR.S yang khusus di pindah kan dari PUPR ke bidang di ULP agar memuluskan keinginan MR.R, permainan MR.R dan Nova ini sudah mulai terbaca, karena calon yang mereka jagokan akan dijadikan PLT kadis di dinas tersebut, agar mempunyai peluang besar di saat lelang terbuka jabatan tinggi pratama, praktek yang dilakukan oleh MR.R ini pun membuat salah satu PNS gerah, karena mereka untuk mendapatkan jabatan harus rela “menjilat” dan “melawan aturan” padahal kita bangun karir dari bawah, tapi sampai di atas harus menjilat dan melawan aturan, makin aneh aja Aceh ini sekda nya aneh gubernur nya makin aneh timpal satu PNS yang tidak ingin namanya disebut.

Sepak terjang MR.R bukan hanya di paket tender sampai di paket PL (penunjukan langsung) pun “disikat” menurut salah satu ketua OKP di aceh MR.W , MR.W juga mengatur kegiatan PL di DKP aceh, ada sekitar 42 M menurut pengakuan MR.W kepada sumber media bahwa MR.W akan mencoba minta Sebahagian kegiatan MR.R di DKP agar dapat dia yang mengelola, “ tapi sabar dulu bg, karena bapak tu lagi mengurus yang besar-besar dulu,” begitu jawaban MR.W saat di tanya kepastian tentang mengelola paket MR.R di DKP Aceh.

Kesaktian MR.R ini tidak lepas dari lemahnya pak nova dalam mengatur orang- orang di sekitarnya, apa pak nova tidak belajar dari kejadian pak Irwandi yang hancur karena terbujuk rayu permainan orang di sekitarnya, sangat tragis di saat dana otsus Aceh yang besar ini bukan menghasilkan para pengusaha yang hebat, melainkan “calo hebat “ yang di hasilkan celetuk andris agen/ calo mobil di daerah batoh.

Diharapkan kepada para aparat penegak hukum di Aceh agar dapat segera mengungkap permainan MR.R, ada 2 kasus yang saat ini terbawa nama MR.R yaitu pembangunan jembatan Kilangan di Aceh singkil dan pengaturan paket multiyears,walaupun MR.R tidak pernah mengunakan langsung namanya di setiap kegiatan tersebut, tapi kita yakin aparat hukum kita sangat profesional dalam membuktikan keterlibatan MR.R dalam beberapa isu agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat hukum semakin tinggi, dan diharapkan gubernur nova juga dapat mengklarifikasi masalah ini sehingga di aceh ini tidak hidup “calo-calo penghisap APBA”, kita tunggu saja Ending dari MR.R apa kah bernasib seperti MR.A di jaman abu doto yang kini hidup mewah, atau seperti nasib MR.S yang berakhir dengan tragis di zaman pak Irwandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *