Milan – Inter Milan lagi kesulitan keuangan dan butuh dana segar dalam jumlah banyak. Ironisnya Suning Group selaku pemilik malah menolak tawaran ‘wah’ untuk akuisisi.
Suning Group tak pernah henti menggelontorkan uang untuk membenahi Inter sampai setidaknya musim panas 2019, saat mendatangkan Romelu Lukaku, Nicolo Barella, dan disusul Christian Eriksen di bulan Januari.

Total sudah lebih dari 100 juta euro digelontorkan untuk membuat Inter kompetitif lagi. Tapi, pandemi virus corona sejak Maret lalu membuat Suning jadi kesulitan.

Sebab Pemerintah China melarang pengusaha lokalnya untuk berinvestasi besar-besaran di luar negeri demi menjaga stabilitas ekonomi negara. Alhasil, asupan uang ke Inter menjadi tersendat.

Inter pun jadi serba sulit karena mereka juga tak mendapat pemasukan dari penjualan tiket dan merchandise. Kabarnya klub kota mode itu sudah menunggak cicilan pembayaran transfer Achraf Hakimi ke Real Madrid.

Bahkan gaji pemain kabarnya sudah ditunggak dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini juga dialami klub Italia lainnya dan Inter kini kabarnya butuh suntikan dana segar sekitar 146 juta euro (Rp2.4 triliun) untuk bisa terhindar dari krisis finansial.

Maka itu Inter awalnya menggandeng perusahaan asal Inggris BC Partners untuk mendapatkan uang investasi, sekaligus rencana pelepasan saham minoritas Suning di klub.

Dikutip La Gazzetta dello Sport, BC Partners malah ingin membeli saham mayoritas senilai 750 juta euro atau sekitar Rp 12,6 triliun untuk menguasai Inter. Tawaran sebesar itu sudah mencangkup utang Inter sebesar 450 juta euro yang akan dilunasi.

Bahkan BC Partners juga akan membantu sekitar 200 juta euro untuk melunasi utang jangka pendek. Meski demikian, Zhang Jindong selaku pemilik Inter Milan menolak tawaran tersebut.

Kabarnya Suning juga masih menunggu tawaran dari pihak lain seperti Ares Management, Fortress Investment Group, EQT, dan perusahaan asal Amerika Serikat Arctos.

Sumber: detikbola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *